BINTEK PEMAHAMAN HAK ASASI MANUSIA
Denpasar, Masalah kriminalitas, “dimana didalamnya menyangkut masalah Hak Asasi Manusia (HAM) masyarakat mustinya faham akan hal itu, karena merupakan hak bagi setiap orang untuk menikmati kebebasan dalam keterikatan, menyikapi hal tersebut masyarakat perlu diberi pemahaman secara umum dan mengetahui dengan jelas apa yang musti dilakukan dan apa yang diperbuat dalam menegakkan ham tersebut, demikian disampaikan oleh walikotaa Denpasar IB Rai Dharmawijaya mantra Dalam Sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Kota Denpasar Drs. Ketut Mister dihadapan 50 peserta bimbingan pemahaman tentang Ham di Aula Hotel Dwikarya Denpasar 25/7.
MisterMenegaskan,†Walaupun angka pelanggaran terhadap Ham di Kota Denpasar relative rendah, pemahaman terhadap pelaksanaan dan fungsi Ham patutlah terus diupayakan, dari pelaksanaan bintek ini diharapkan muncul kader-kader yang mampu memberikan informasi dan pemahaman yang benar dan lanjut menularkan hal tersebut kepada msayarakat luas terhadap Ham tersebut.â€
Dikatakan,†dalam era demokrasi dan reformasi di segala bidang, khususnya dalam pelaksanaan HAM telah dirasakan menurunnya solidaritas dan kebersamaan anggota masyarakat, apalagi diimbangi munculnya multi krisis, menambah beratnya beban masyarakat dalam menerapkan pola hidup.
Menyikapi hal tersebut mister menekankan, “ Kaum wanita, ibu dan Anak-anak yang sering menerima kekerasan dalam rumah tangga (Kdrt), terus diarahkan dan dibina dalam memahami Ham, sehingga dapat bersikap lebih waspada terhadap amcaman kriminalitas.
“Wanita pada umumnya sekarang lebih berani menyikapi pelanggaran Ham yang menyangkut dirinya, begitu pula pelecehan Sex terhadap anak dibawah umur, boleh dikatakan meningkat setiap tahunâ€, ujar Nyoman Masni dari lembaga perlindungan “anak,†Menurutnya Hak anak dalam era sekarang banyak yang terenggut akibat kemajuan tehnologi dan dikejar target, sehingga kalangan Ibu muda begitu ambisi memenuhi kepentinganya, anak yang mustinya diberi peluang untuk bermain, akan tetapi dijejali dengan kegiatan lest, demi ambisi orangg tua, dan itu sudah merenggut hak anak untuk bermain.
“Adanya bintek yang berlangsung 3 hari dengan peserta sebagian besar wanita, dimaksudkan memberikan pemahaman Ham, dan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya Ham di era globalisasi ini†ujar Ketua Panitya pelaksana Bintek Ham Kesbangpol Kota Denpasar I Wayan Budi Utama Yuana, SH.(krsn)