Meskipun dalam suasana pandemi Covid-19, namun peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Denpasar tetap digelar. Jika sebelumnya pelaksanaan begitu meriah dengan banyak peserta dan undangan, peringatan HUT RI tahun ini akan dilaksanakan secara sederhana dan terbatas, namun tidak mengurangi makna dan semangat Proklamasi Kemerdekaan RI. Di mana, penerapan protokol kesehatan menjadi penting untuk dipedomani.
Jika pada tahun sebelumnya upacara dilakukan dengan melibatkan ratusan peserta upacara, akan tetapi dalam pelaksanaan upacara bendera tahun ini, jumlah peserta dibatasi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Tidak terkecuali pasukan pengibar bendera, hanya melibatkan 32 anggota.
Persiapan untuk upacara bendera ini pun sudah mulai dilaksanakan. Sebanyak 32 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) juga sudah mulai melakukan latihan. Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, proses latihan harus tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan. Dengan memperhatian terkait kesehatan anggota tim, cek kesehatan rutin, penerapan prokes serta vaksinasi anggota dan juga membawa masker dan hand sanitizer sejak mulai latihan pada 2 Agustus 2021 hingga saat bertugas nanti. Diketahui, para pasukan Paskibraka Kota Denpasar ini sudah mengikuti swab antigen, sebagai modal untuk menjaga kondisi tubuhnya selama pandemi Covid-19 saat ini.
Begitu pula pada saat digelarnya upacara nanti. Walaupun ditengah masa pandemic Covid-19 tidak memudarkan semangat paskibraka yang telah tekun melakukan latihan serta persiapan lainnya pada peringatan Hut RI. Secara prinsip tata pelaksanaannya masih sama seperti tahun sebelumnya. Namun demikian, khusus di Kota Denpasar pelaksanaan apel akan mengambil tempat di Halaman Utara Kantor Wali Kota Denpasar.
Latihan tersebut dilakukan mulai tanggal 2 Agustus 2021 s.d. tanggal 12 Agusus 2021 di Halaman Utara Kantor Wali Kota Denpasar. Dalam pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2021 nanti, tim akan dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama terdiri atas 16 anggota yang tergabung dalam tim Jempiring bertugas pada upacara pengibaran bendera. Sementara itu, 16 anggota yang tergabung dalam tim Teratai yang bertugas saat upacara penurunan bendera. Dengan jumlah anggota Paskibraka sebanyak 32 Anggota tim Paskibra ini merupakan yang terbaik yang telah tersaring dari 200 siswa SMA/SMAK se-Kota Denpasar pada bulan Mei lalu. Pelatih yang bertugas melatih Paskibraka Kota Denpasar adalah dari pihak TNI dan Polri, serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Denpasar. Untuk menentukan peserta Paskibraka Kesbangpol Kota Denpasar bekerjasama dengan Pelatih telah melaksanakan seleksi yang ketat, ada tes adminisrasi, tes tulis online dan pantukhir.
Latihan yang juga diimbangi dengan makanan dan vitamin. Persiapan matang harus terus dikawal agar nantinya tugas tim Paskibraka ini berjalan lancar. Selain pola latihan yang baik juga harus diimbangi dengan asupan makanan dan vitamin. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang harus diperhatikan protokol kesehatan baik selama persiapan hingga puncak acara, sehingga kondisi tetap sehat. Tim Paskibraka Kota Denpasar ini juga nantinya dapat berperan strategis sebagai duta yang mensosialisasikan kedisplinan menerapkan protokol kesehatan ditengah masyarakat. Hal ini tentu akan membantu mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Denpasar.