Guna menumbuhkan dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa di kalangan masyarakat, Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesbangpol Kota Denpasar menggelar Bintek Peningkatan Kesadaran Masyarakat Akan Nilai-nilai Luhur Budaya Bangsa yang dirangkai dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019 di Graha Sewaka Dharma, Selasa tanggal 1 Oktober 2019.
Kegiatan yang diikuti oleh 200 (dua ratus) orang peserta dari SMP, SMA, Perguruan Tinggi hingga Organisasi Kepemudaan di Kota Denpasar menghadirkan narasumber yakni Ketua DPD LVRI Provinsi Bali, I Gusti Bagus Saputra, Akaademisi (Ketua Yayasan STIMI HANDAYANI), DR. IB. Radendra Suastama, Ketua Yayasan KORPRI Provinsi Bali, DR. AA. Oka Wisnumurti, dan Ketua Kaukus Perempuan Politik Provinsi Bali, DAP. Sri Wigunawati.
Tujuan diadakan Bimtek ini ialah guna mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai kesadaran berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada Nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Serta mengembangkan dan melaksanakan model Penguatan Wawasan Kebangsaan (PWK) yang tidak indoktrinatif dan sesuai dengan kearifan lokal.
Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra Pemkot Denpasar, I Made Toya saat membacakan sambutan Walikota Denpasar mengatakan nilai-nilai persatuan tentu harus terus dipertahankan. Empat pilar kebangsaan harus diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, pengetahuan tentang wawasan kebangsaan ini senantiasa digunakan untuk menjaga persatuan yang berakar pada budaya. Generasi muda khususnya, juga terus mampu menjaga budaya Bali dan menjadi tauladan, maka melalui kegiatan ini dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
“ Melalui peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa diharapkan peserta mempunyai cara pandang yang komperhensif terhadap bangsa Indonesia serta dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujarnya.
Lebih lanjut Made Toya mengatakan kelanggengan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara amat tergantung pada para pengemban di seluruh lapisan masyarakat. Menjadi panutan serta tauladan berdasarkan kepada pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Di dalam hal ini remaja sangat berperan dalam mengaktualisasikan 4 konsesus dasar bangsa dan bernegara dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat,” katanya.
Sementara itu Kepala Badan kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar, I Komang Sugiarta bersama Ketua panitia, Nyoman Darmayasa mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk mengukuhkan rasa cinta terhadap tanah air dan menumbuhkan rasa persatuan serta kesatuan yang juga dirangkai dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019.
"Kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat untuk masyarakat khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa di dalam menjaga rasa cinta terhadap NKRI," ungkapnya.